apa yang nampak, apa yang rasa, apa yang dengar

16.11.10

pengorbanan seorang ayah

sempena hari raya haji, di sini aku masukkan...erti pengorbanan. yg pertama ini tentu sahaja ttg pengorbanan seorang ayah. mengapa? krn dia kepala keluarga....
......................................

Suatu ketika ada seorang anak perempuan yg bertanya kepada ayahnya,tatkala tanpa sengaja ia melihat ayahnya sedang mengusap wajah yang mulai berkerut dengan badan yang mulai bongkok, disertai batuk-batuk.


Anak perempuan itu bertanya kepada ayahnya....,: 

"Ayah, kenapa wajah ayah kian berkerut dan badan ayah kian hari kian bongkok???" 

si ayah menjawab, " Kerana aku lelaki!"



anak perempuan itu berkata sendirian.... "Aku tidak mengerti". kening berkerut. jawaban si ayah membuat hatinya bingung dan tak mengerti. 

Ayah hanya tersenyum. dipeluk dan dibelainya rambut si anak sambil menepuk bahunya. Ayah berkata, 

"Anakku, kamu memang belum mengerti tentang lelaki.". 

bisik si ayah membuat anaknya bertambah bingung.



Kerana perasaan ingin tahu, dia mendapatkan ibunya lalu bertanya, 


"Ibu, mengapa wajah ayah kian berkerut dan badan ayah kian hari kian bongkok? seolah-olah, ayah membiarkan dirinya begitu tanpa ada keluhan atau rasa sakit !"

Ibunya menjawab. "Anakku, jika memang seorang lelaki bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.". 

sehingga si anak menjadi dewasa, dia masih mencari-cari jawaban kepada soalannya itu. 

Kenapa wajah ayahnya yang tampan berubah menjadi berkerut dan badannya membongkok?



Hingga suatu malam dia bermimpi, dan di dalam mimpinya dia seolah-olah mendengar suara yg lembut dan jelas. Itu ternyata merupakan rangkaian jawaban kepada semua pertanyaan-pertanyannya selama ini.



"Saat Kuciptakan lelaki, AKU membuatnya sebagai pemimpin keluarga, serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga tersebut, dan ia senantiasa akan berusaha menahan setiap ujungnya agar keluarganya senantiasa merasa aman, teduh dan terlindungi. "



"Kuciptakan bahunya yg kuat dan berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat untuk melindungi seluruh keluarganya. "



"Kuberi kemauan kepadanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yg berasal dari titisan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, walaupun seringkali ia mendapat cercaan dari anak-anaknya, "



"Kuberikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya ia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya ia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan terhembus angin, ia relakan tenaga perkasanya demi keluarganya dan yang selalu dia ingat adalah disaat semua keluarganya menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil jerih payahnya."



"Kuberikan kesabaran,ketekunan dan kesungguhan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa ada keluh kesah. walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan seringkali menerpanya."



"Kuberikan perasaan kuat dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, di dalam suasana dan situasi apapun, walaupun sering anak-anaknya melukai perasaannya dan hatinya."



"Padahal perasaannya itu pulalah yang telah memberikan rasa aman di saat anak-anaknya tertidur lelap, serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anaknya agar selalu saling mengasihi dan menyayangi sesama saudara."



"Kuberikan kebijaksanaan dan kemampuan kepadanya untuk memberikan pengertian dan kesadaran kepada anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, bahkan seringkali ditentang dan ditolak oleh anak-anaknya. "



"Kuberikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran bahwa isteri yang baik adalah isteri yang setia terhadap suaminya, isteri yang baik adalah isteri yang selalu menemani dan bersama-sama menjalani perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada isteri,agar tetap berdiri, bertahan, sepadan dan saling melengkapi dan saling mengasihi."



"Kuberikan kerutan di wajahnya agar menjadi bukti, bahawa lelaki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya dapat hidup di dalam keluarga bahagia dan badannya yang bongkok agar dapat membuktikan, bahawa sebagai lelaki yang bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga dan segenap perasaannya, kekuatannya, kesungguhannya demi kelanjutan hidup keluarganya. "



"Kuberikan kepada lelaki tanggung jawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan sebaik-baiknya, dan hanya inilah kelebihan yang hanya dimiliki oleh lelaki. walaupun sebenarnya amanah ini adalah di dunia dan di akhirat."



Terkejut anak dari tidurnya dan segera ia berlari, berlutut dan berdo'a hingga menjelang subuh.


setelah itu ia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa, ketika ayahnya berdiri si anak menggenggam dan mencium telapak tangan ayahnya.



"AKU MENDENGAR DAN MERASAKAN BEBANMU, AYAH"



Bila ayah masih hidup jangan sia-siakan membuat hatinya tersenyum dan gembira,

Bila ayah telah tiada jangan putuskan tali silaturahim yang telah dirintisnya, 

dan do'akan agar TUHAN selalu menjaganya dengan sebaik-baiknya ....



Tiada ulasan:

Catat Ulasan

terima kasih kerana anda sudi singgah dan sudi komen.